Jadi Orang Tua Asuh Latif, Yuk :')

Usianya 12 tahun, kelas 1 SMP. Latif harus menempuh perjalanan 1 jam dari rumah ke sekolah.
6 months ago Kategori donasi : Infaq Khusus

Latif..

Senyumnya menawan, bersahaja.

Tatapannya teduh, ada banyak cinta.

Tutur katanya lembut, mempesona.

Pikirannya tajam, mendekap banyak impian.

Hatinya kokoh, pantang menyerah.


Dialah anak laki-laki dari keluarga kecil Pak Ukan dan Ibu Elah.




Kisah inspiratif dari sang pejuang cilik ini memang tak akan pernah habis.


Usianya 12 tahun, kelas 1 SMP. Latif harus menempuh perjalanan 1 jam dari rumah ke sekolah. Bukan perjalanan yang singkat, juga bukan perjalanan yang mudah. Latif harus melalui jalan menurun juga menanjak.


Pernah suatu hari, kami sedang menjenguk pak Ukan (Ayah Latif) yg kini sudah tak bisa beraktivitas akibat penyakit menahun yg dideritanya, Latif baru saja pulang dr sekolah, seragamnya basah oleh keringat yang keluar dr tubuhnya. Wajah dan rambutnya pun sama, tetesan keringat bak butiran jagung membasahi.


Latif yang lelah, tetap menatap kami dengan senyum nya yang tenang. Ia segera duduk, dan mengucapkan salam. Oh Latif, perjuangan mu menghadiahkan haru bagi kami.


Latif juga bukan anak masa kini yg mudah merengek jika keinginan nya tidak terpenuhi, jangankan meminta sesuatu yang lebih, untuk makan dan minum saja keluarga Latif masih sering kesulitan.


Setiap hari Latif dibekali Ibu Elah 3000 rupiah, tak pernah cukup untuk kebutuhannya sehari-hari di sekolah. Uangnya Latif sering bayarkan iuran kas kelas untuk kebutuhan pendidikan.


Latif, seringkali tidak sarapan, pulang sekolah tak makan, disekolah pun gak bisa jajan. Ahh, Latif bisa bersekolah saja sudah senang.


Suatu waktu, Latif pernah tak diizinkan ibu berangkat sekolah. Bukan tak boleh, tapi ibu tak punya uang untuk bekal Latif, tak sampai hati membiarkan Latif pergi sekolah tanpa pegangan uang.


Latif mencari cara agar tetap bisa berangkat sekolah, ia lalu menjual 3 anak ayam miliknya, seharga 15.000 rupiah. Dengan bahagia ia berikan kepada Ibu Elah, dan meminta sebagian untuk bekalnya ke sekolah. Maa syaa Allah


Setiap hari Ahad, Latif juga berjualan keresek di pasar, untuk bisa bantu kebutuhan makan keluarga. Uangnya saat itu juga langsung ia belikan beras, hadiah untuk Ibu, Bapak, juga adik perempuan kesayangannya. Atau seringkali juga Latif menjadi buruh tani, dibayar sekadarnya.




Yuk sahabat, kita jadi orangtua asuhnya Latif, dampingi Latif meraih impiannya melalui program pendampingan pendidikan dan belajar Latif.


Jadi orangtua asuh, kita fasilitasi berbagai kebutuhan belajar Latif dan bekal sekolahnya :')


In syaa Allah setiap ilmu yang Latif dapatkan menjadi amal jariyah bagi kita semua.

Nama NIK Alamat Jumlah Terima Tanggal Terima
Belum ada cerita

Terkumpul

Rp. 0

Target

Rp. 507.000
0%
Sudah Berakhir

Copyright © 2018 Tenda Visi. All Rights Reserved