Paket Pangan untuk Wa Edi dan Guru Ngaji lainnya di Pelosok Desa.

Ringankan beban Wa Edi dengan mengirim paket sembako sebulan sekali melalui program Paket Pangan untuk Guru Ngaji.
2 months ago Kategori donasi : Infaq Khusus

 Menjadi seorang pendidik adalah sebuah penghargaan, terlebih seorang guru ngaji.
 

Guru ngaji berupaya mendidik anak-anak agar tertanam dalam hatinya kecintaan kepada Allah dan Rasul. Mengenalkan anak bangsa pada ayat-ayat cintaNya dalam Al-Qur'an. Membiasakan calon generasi Indonesia agar dapat mengikuti sunnah Rasulullah.

Masyaa Allah, semua itu bukanlah perkara yang mudah. Namun kesungguhan dan ketulusan menjadi seorang pendidik dijalanNya in syaa Allah menjadi tabungan jariyah yang dapat dituai di akhirat kelak.

 

Lalu maukah kita turut andil dalam perjuangan guru-guru yang menginspirasi?

 

Yuk berbagi dengan guru-guru ngaji yang ada di pelosok negeri, menjadi bagian dalam perbaikan pendidikan di Indonesia.

 

Setiap ilmu yang mereka sampaikan pada anak-anak mudah-mudahan mengalir juga kebaikannya untuk kita semua.

 

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila cucu Adam meninggal, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga; sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan anak saleh yang mendoakan orangtuanya.” (HR Muslim)

 

Berbagi kebutuhan utama bagi keluarga guru ngaji, memberikan paket sembako pekanan untuk guru-guru yang penuh inspirasi. Sedekah Paket sembako berisi beras, gula, garam, minyak, kecap, dan kebutuhan lainnya.


In syaa Allah, senyuman yang hadir karena kebahagiaan dalam raut wajah para pendidik ini akan menjadi jalan ilmu yang luar biasa bagi generasi Indonesia.

 

Yuk ikutan, sedekah paket sembako untuk guru-guru ngaji di pelosok desa Indonesia.  

Salah satunya untuk Wa Edi. Wa Edi adalah seorang guru ngaji di Kampung Kertapura Desa Parentas Tasikmalaya. Sudah berpuluh tahun lamanya Wa Edi mengabdi untuk pendidikan Islam di kampungnya.

 

Kampung Kertapura, merupakan salah satu kampung di penjuru Indonesia. Letaknya yang jauh, membuat anak-anak di Kampung Kertapura terbatas pada akses pendidikan, termasuk pendidikan Agama Islam.

 

Wa Edi bertekad untuk menebarkan rasa cinta pada Al-Qur'an di hati anak-anak Kertapura. Berupaya agar kecintaan terhadap Al-Qur'an mampu mendidik anak-anak di kampungnya menjadi generasi yang beradab. Dekat pada akhlak yg mulia.

 

Awalnya, tak satupun peduli pada ajakan Wa Edi. Hingga akhirnya kini, ratusan santri telah lahir dari perjuangan Wa Edi.

 

Dalam kisah perjuangannya menanamkan kecintaan pada Al-Qur'an dalam jiwa anak-anak Kertapura, ternyata Wa Edi harus bergulat dengan penyakit kanker gusi yang dideritanya.

 



Qodarulloh, selama berpuluh tahun lamanya juga, Tumor di wajah nya terus membesar. Tapi Wa Edi tak pernah menyerah, dalam sakitnya Wa Edi tetap semangat menebarkan kebaikan.

 

Atas kegigihan dan kesabarannya, tumbuhlah kasih sayang dari para santri untuk Wa Edi. Hingga saat ini, terdapat beberapa alumni santri yang siap sedia membantu dan mendampingi Wa Edi mendidik 100 anak-anak Kertapura belajar Al-Qur'an. Alhamdulillah.

 

Karena penyakitnya, Wa Edi tidak bisa memenuhi kewajiban mencari nafkah. Aktivitas utamanya adalah mengajarkan Al-Qur'an secara sukarela kepada anak-anak di Desa Parentas. Maa syaa Allah. Untuk bisa makan satu kali saja, Wa Edi sudah bersyukur. Kini kebutuhan keluarganya ditanggung oleh Istri Wa Edi merawat kebun, tak seberapa hasilnya dibanding kebutuhannya.


Yuk, bersama Wa Edi kita meraih banyak keutamaan mengajarkan Al-Qur'an. Ringankan beban Wa Edi dengan mengirim paket sembako sebulan sekali melalui program Paket Pangan untuk Guru Ngaji. In syaa Allah menjadi amal jariyah untuk kita semua.

Nama NIK Alamat Jumlah Terima Tanggal Terima
Belum ada cerita

Terkumpul

Rp. 0

Target

Rp. 4.000.000
0%
Sisa Hari :
32 hari lagi

Copyright © 2018 Tenda Visi. All Rights Reserved